Selamat Datang di Website Resmi Paspampres

BERITA & KEGIATAN    |    ARTIKEL    |    SIARAN PERS

Pesan kesalahan

  • Notice: Undefined property: stdClass::$name dalam eval() (baris 3 dari /var/www/html/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Strict warning: Only variables should be passed by reference dalam captcha_get_form_id_setting() (baris 74 dari /var/www/html/profiles/openpublic/modules/contrib/captcha/captcha.inc).
  • Notice: Undefined property: stdClass::$name dalam eval() (baris 3 dari /var/www/html/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).

Seragam Paspampres Khusus Protokol / Kawal Istana

Sejarah panjang Organisasi Pasukan Pengamanan Presiden dari masa ke masa terus dilakukan pembenahan dan penyempurnaan organisasi untuk menghasilkan Prajurit yang handal dalam setiap melaksanakan tugas. Dalam meningkatkan organisasi tidak hanya peningkatan dalam bidang personil maupun materiil namun karena Paspampres merupakan suatu satuan militer yang bertugas mengamankan lambang-lambang kedaulatan negara (Kepala Negara) maka penyempurnaan pakaian bagi prajurit terus menjadi prioritas yang harus dicetuskan, sehingga pada awal bulan Maret 1996 tercetus untuk mengganti seragam protokoler, baik bagi pasukan kehormatan maupun pasukan pengawal Istana.

Ide untuk mengganti muncul dari Bapak Joop Ave yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Pos dan Pariwisata mengemukakan ide untuk mengganti pakaian khusus Kawal Istana kepada Panglima TNI pada saat itu Panglima ABRI dijabat oleh Jenderal TNI Faisal Tanjung. Pada saat pertemuan dibahas untuk mengganti pakaian dengan menawarkan hasil rancangan desainer terkemuka di Indonesia. Dari hasil rancangan tersebut ditonjolkan ciri-ciri dan kultur budaya namun tidak mengesampingkan kultur kemiliterannya, setelah diajukan kepada Panglima ABRI Jenderal TNI Faisal Tanjung kemudian Panglima ABRI menghadap ke Presiden Suharto Presiden RI pada waktu itu tentang rancangan pakaian Protokol hasil rancangan yang baru tersebut untuk meminta persetujuan.

Setelah Presiden suharto sudah menyetujui maka Komandan Paspampres Mayor Jenderal TNI Sugiono Komandan Paspampres pada waktu itu mulai menindaklanjuti gagasan tersebut. Contoh awal dari seragam protokol baru tersebut sudah dapat tergelar pada saat peringatan hari jadi Paspampres yang ke 30 pada tahun 1996. bertindak selaku perancang pakaian protokol perancang nasional Samuel Wattimena. Pada tanggal 24 Mei 1996 dilaksanakan presentasi tahap kedua di depan Kepala Staf Umum ABRI Letnan Jenderal TNI Suyono.

Pada saat itu ditampilkan lima contoh pakaian seragam sehingga terpilih satu set seragam yang akan dimodifikasi dengan tiga set lainnya. Tahap ketiga presentasi dilakukan dengan tiga set seragam yang sudah mengalami penyempurnaan. Presentasi berlangsung di depan Kasum ABRI Letnan Jenderal Suyono dan Asisten Personalia ABRI Mayor Jenderal TNI A. Djalal Bachtiar. Presentasi dilanjutkan di Bina Graha dihadiri oleh Menteri Pos dan Telekomunikasi Joop Ave dan juga Menteri Ristek Prof Dr Ing BJ. Habibie. Tahap keempat presentasi berlangsung taggal 20 Juni 1996 dilaksanakan dengan empat set seragam khusus di Bina Graha. Dalam kesempatan tersebut hadir juga Presiden Suharto.

Pada saat itu langsung dipilih satu foto type pakaian seragam protokol dengan penyempurnaan pada kancing dan pita dada. Akhirnya pada tanggal 25 Juni 1996 pukul 17.15 Wib berlangsung presentasi tahap kelima dengan menampilkan dua set pakaian seragam khusus protokol di kediaman resmi Presiden Suharto Jalan Cendana Jakarta Pusat disetujui satu set seragam protokol. Demikian awal mula penggunaan seragam khusus protokol/Kawal Istana Paspampes yang digunakan sampai saat sekarang. Seiring dengan dinamika yang berkembang penggunaan pakaian protokol/Kawal Istana saat ini hanya digunakan pada saat-saat Upacara Kunjungan Resmi Kenegaran, Cridential, dan acara-acara khusus lain yang bersifat acara resmi Kenegaraan.